Perantauan Jawa di Tanah Ngada

Berbicara soal tanah rantau, orang Jawa tidak terlepas dari kodratnya sebagai pengembara. Kisah pengembaraan orang Jawa begitu abadi dalam lembaran sejarah bangsa. Mulai dari adanya ekspansi Wangsa Syailendra menuju tanah Palembang dan terbentuklah kerajaan besar bercorak Buddha yang mahsyur akan kekuasaan maritimnya, Kerajaan Sriwijaya. Lalu di era Kerajaan Majapahit, dengan sumpah Amukti Palapanya sang patih Gajah Mada, wilayah ekspansi orang Jawa kian meluas di seluruh Nusantara. Kisah pengembaraan itu berlanjut disaat kerajaan-kerajaan Islam dari Jawa melalui ekspansi dakwahnya mengarungi pulau-pulau di Nusantara. Bahkan, komunitas Bayan di Lombok Utara juga mengisahkan bahwa asal mula leluhurnya adalah orang Jawa yang menunaikan misinya berdakwah dari Kerajaan Mataram.

Di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, juga memiliki sisi kesejarahan yang ada sangkut pautnya dengan kisah pengembaraan orang Jawa. Continue reading

Emug, Hidangan Serbuk Jagung

Emug Kasar

“Pa Guru, siang ini kita coba makan ini e”, ucap Om Pan sambil mengulurkan dua piring makanan. Satu piring berisi sayur pucuk labu seperti biasa. Piring satunya lagi berisi sesuatu yang bikin saya penasaran. Bentuknya tai graji, seperti bubuk kayu bekas gergajian bapak di rumah di Jawa. “Ini apa Om?”, tanya saya pada bapak kos saya itu. “Ai, Pa Guru coba saja dulu, setelah itu saya kasi tau”, jawab beliau sambil tersenyum. Beliau sendiri sudah menghadap dua piring yang isinya sama dengan yang diberikan kepada saya tadi. “Tapi tidak apa-apa kan Om? maksudnya nggak bikin efek samping gitu?”, sambung saya yang ragu-ragu. Takut nanti terjadi apa-apa setelah makan, kekenyangan misalnya. “Ao, tidak le Pa Guru. Pa Guru makan sudah, ini Om mulai makan”, jawab beliau sambil menyendok bentukan serbuk gergaji tadi, lalu melahapnya. Seolah meyakinkan saya, kalau makanan itu benar-benar aman dikonsumsi. Continue reading