Menuliskan Purnama Raya

Purnama Raya

Malam ini aku jadikan alam sahabatku
Angin yang menghembuskan aroma damai tanah air
Begitu perlahan membelai raga seorang putra Adam
Menyapu lirih dedaunan gugur di bawah pohon duras
Menerobos gelap, cahaya purnama raya

Mungkin karena perkataan seorang kawan. Yang berujar kalau waktu purnama itu paling asyik membuat puisi di bawah cahaya terangnya. Atau memang karena efek kenampakan purnama yang benar-benar dahsyat, yang katanya purnama terbesar tahun ini. Aku antusias menuliskan puisi.

Continue reading “Menuliskan Purnama Raya”

Seperti Teratai

Seperti Teratai

Ilustrasi Bunga Teratai
 sumber gambar: pernikdunia.com

Ia tumbuh di air kotor
Di perairan tenang, yang tiada nikmat sirkulasi
Serangga-serangga liar bertebaran disekitarnya
Daunnya yang lebar, terbentang terapung terinjak katak
Sekilas memang ia tidak pantas diraih

Namun, lihatlah
Ia mampu tumbuh dengan kokohnya
Bersemi bermekaran indah nan menawan
Ia jaga betul karunianya itu

Meski akarnya menghunjam dalam lumpur
Ia tidak terlarut kepadanya
Justru, kelopaknya senantiasa mekar semerbak mewangi

Butiran air langit selalu membasahi daunnya
Begitu tegar ia menghadapi
Daunnya tiada basah, raganya tiada tenggelam

Dan lihatlah ia, sekali lagi
Biarlah lingkungannya biang penyakit
Tetapi akar, daun, biji, kelopak, putik, aromanya
Memberikan manfaat bagi kehidupan

Tetaplah ia menjadi dia yang bermakna
Tetaplah ia menjadi dia yang anggun
Tetaplah ia menjadi dia yang menebar hikmah
Tetaplah ia layaknya bunga teratai