Pendakian Saat Independence Day

Pendakian Kala Dirgahayu RI

Tujuh belas Agustusan? hiking yuk.. sekalian mengibarkan sang saka di puncak gunung. Hari ini aku, Angga, dan Ipong acaranya muncak ke Lawu. Idhep-idhep kami ingin merayakan hari kemerdekaan Indonesia. Sambutan tak terduga malah kami dapati di puncak. Surprise! .. Seribu bendera berkibar terhempas angin Hargo Dumilah, berjajar menghiasai angkasa Lawu.

Membuka mata hati, betapa besar antusias para pendaki membawa sang saka sampai di puncak supaya berkibar dengan gagah. Sambut sapa dan senyum keramahan juga nampak di wajah mereka. Kami temui hal demikian di sepanjang perjalanan menuju puncak. Mereka benar-benar menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan dibawah naungan sang saka.

Ketika pesan pendahulu kita membahana di segenap relung jiwa, “Wahai anak cucuku, jagalah kemerdekaan ini. Ilhami apa yang ada padanya!“, serentak bangkit naluri diri untuk segera mengisinya dengan kegiatan yang bermanfaat. Dengan mendaki gunung?.. Tentu saja.

Begitu banyak manfaat yang dapat diambil dari kegiatan ini, terlebih ketika dikaitkan dengan hari kemerdekaan negeri. Setidaknya ada tiga poin pokok yang bisa didapat.

Dengan mendaki gunung, kita dapat berinteraksi langsung dengan alam. Memahami betul karakteristik mereka sehingga kita akan tahu jawabannya mengapa kita harus melestarikannya.

Bukankah kita diutus-Nya sebagai khalifah di muka bumi ini, untuk tidak berbuat kerusakan. Kita ditugaskan untuk tetap menjaga kelestarian alam. Betapa fatal akibatnya ketika alam sudah tidak mau bersahabat dengan kita.

Negeri kita kaya akan keindahan alam. Sudah sepantasnya perlu kita lestarikan. Apakah kita rela, orang dengan rakus mengeksploitasinya dan itu dibiarkan begitu saja? Nah, disitu poin pertamanya. Perihal menjaga kelestariannya.

Dulu, kemerdekaan bangsa ini direbut dari tangan para penjajah dengan sebuah perjuangan. Yang menjadi poin kedua, mengilhaminya?… tentu.. arti sebuah perjuangan. Naik gunung tidak semudah yang dibayangkan. Butuh perjuangan raga dan jiwa untuk bisa mencapai puncak. Dan berjuang terus untuk sampai diatas, menyambut hadirnya sang mentari dari ufuk timur dengan kibaran sang saka!

Poin yang ketiga, ini perihal pembelajaran. Secara tidak kasat mata, alam mampu membimbing kita. Bimbingan mereka akan terasa ketika kita mau bergaul dengannya. Sikap kita kepada alam, menampakkan sifat kita yang sebenarnya.

Sebagaimana di film Gie, untuk mengenali diri sendiri, maka cobalah berada di alam bebas. Dengannya, kita bisa menilai diri kita sendiri. Mengenal kelebihan dan kekurangan yang ada pada diri masing-masing.

interesting, isn’t it?

Waktu Itu..

Sedikit cerita pengalaman kami. Pada awalnya, aku, Angga dan Ipong sengaja berangkat mendaki bertepatan dengan tanggal kemerdekaan negeri. Kami berencana ikut upacara mengibarkan sang saka di Hargo Dumilah, puncak Lawu, bersama pendaki lainnya.

Kami berangkat dini hari. Memulai perjalanan dari rumah kontrakan kami di Solo. Kami melakukan perjalanan dengan sepeda motor.

Udara di sepanjang perjalanan begitu terasa membeku. Saking dinginnya, sepeda motorku ikut-ikutan ‘membeku’, macet di ujung pasar Tawangmangu.

Ini menjadi salah satu pembelajaran. Jangan sekali-kali memutar tuas choke hingga separuh hanya demi pengiritan BBM. Apalagi dalam kondisi mesin belu panas betul. Beruntung motor mau jalan lagi setelah tuas choke disetel maksimal. Perjalanan berlanjut.

Sesampainya di basecamp Cemara Sewu terlalu ‘kesiangan’ memang. Kami baru memulai pendakian sewaktu ba’da subuh. Bisa diperkirakan, sesampainya di puncak pasti hari sudah siang betul. Dan ini yang membuat kami tidak bisa ikut upacara bendera. Seharusnya kami berangkat lebih awal, ba’da isya’ itu..

Biarpun gagal tidak apa-apa. Tidak bisa ikut upacara, kibar bendera pun jadi. Esensinya mengekspresikan perayaan hari kemerdekaan kan. Meskipun target awal belum tercapai, namun pengalaman yang didapat menjadi sesuatu yang berkesan. Hey, ini adalah pendakian perdanaku.

Sedikit petuah bijak untuk mengenang pengalaman waktu itu :

Bersetialah pada hatimu, karena hanya kepercayaan dirilah yang mampu melipatgandakan potensi diri. Teruslah yakin kalau tujuan sudah di depan mata, raihlah dengan kemenangan. Dan kita akan pulang dengan senyuman, juga berjuta pengalaman yang dapat kita abadikan dalam tulisan.

So, lets go !

_________
Gunung Lawu, 18 Agustus 2013

Author: Adi

Blogger asli Wonogiri. Pendidik muda dengan bidang keilmuan sejarah. Mempunyai minat di bidang seni musik, bela diri, IT dan kerohanian. Mendaki gunung? Eksplorasi pantai? Ayoo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *