Pak Guru Naryo: Rawe-Rawe Rantas Malang-Malang Putung

Ilustrasi Pembelajaran oleh Pak Guru Naryo
sumber gambar: www.okezone.com

Rawe-rawe rantas malang-malang putung mujudake unen-unen kang dadi sumber semangat tumrap sawiji-wijining wong, masyarakat, utawa bangsa ing nalika nggayuh tujuwan kang luhur utawa mulya.

Unen-unen iki negesake sawijining tumindak kang ora gampang nglokro utawa kendho semangate sakdurunge gegayuhan mau kecekel. Pepalang apa wae bakal diadhepi lan diatasi.

Iki uga ana sesambungane karo prekara ing antarane wong utawa masyarakat siji lan sijine. Unen-unen iki lagi dicakake menawa prekara mau ora bisa dirampungake kanthi pirembugan sing apik. Tumrap wong jawa sakbisa-bisaa prekara utawa urusan dirembug kanthi apik. Sing dikarepake yaiku sakbisa-bisaa aja nganti nuwuhake tukar padu, dredah, utawa pasulayan.

______________
Itu catatanku, dahulu waktu masih berseragam putih abu-abu. Catatan itu diberikan saat pelajaran Bahasa Jawa yang diampu oleh Pak Naryo. Beliau salah satu guru favorit di SMAN 2 Wonogiri. Kalau berhadapan dengan peserta didik, beliau begitu penyayang. Lembut tutur kata dan rona wajah yang selalu ceria selalu tersaji di hadapan anak didiknya.

Beliau juga dikenal penyabar, berwibawa, dan humoris. Ada kalanya kisah-kisah lucu dan candaan disisipkan disela pelajaran. Seisi kelas pun tertawa karenanya. Kelas nampak hidup, siswa pun tidak bosan.

Usia beliau tidak lagi muda. Hampir tiga perempat abad beliau mengarungi samudera kehidupan. Walapun begitu, semangat beliau menyampaikan ilmu tidak kalah dengan semangat pelaut ulung menavigasi bahteranya diantara deburan ombak.

Begitupun aku, semacam mendapat sulut api untuk mengobarkan gairah jiwa. Aku selalu antusias kalau disuruh mencatat pelajaran beliau. Alhamdulillah, catatan itu sampai sekarang masih ada, dan tersimpan dengan baik.

Rawe-rawe rantas malang-malang putung. Salah satu peribahasa yang tidak asing di telinga orang Jawa. Peribahasa ini mengisyratkan sumber semangat bagi seseorang, masyarakat, ataupun bangsa dalam mencapai tujuan yang mulia. Orang tidak mudah menyerah sebelum cita-citanya tercapai. Walau aral rintangan dan halangan datang membentang tak jadi masalah dan tak jadi beban pikiran. Nah, jadi soundtracknya Kera Sakti kan.

Dalam kehidupan bermasyarakat, maknanya lebih terasa lagi. Kita sering menemui permasalahan di masyarakat. Hal itu belum tentu dapat diselesaikan seorang diri. Belum tentu juga permasalahan itu dengan sendirinya hilang laksana kabut pagi disapu teriknya mentari.

Orang Jawa berpikiran lain. Ada langkah yang diharapkan dalam menghadapi permasalahan itu. Sebisa mungkin, permasalahan diperbincangkan dengan baik hingga menemui titik temu. Jangan sampai di kemudian hari timbul pertikaian, pertengkaran, ataupun permusuhan.

Gracias. Petuah bijak yang engkau ajarkan begitu bermakna, Pak Naryo. Di balik keikhlasanmu dalam mendidik tersimpan nilai luhur. Nilai yang akan sangat bermanfaat bagi putra-putrimu nanti untuk menapaki kehidupan bermasyarakat. Dan semoga kami terinspirasi untuk menjadi sepertimu, Pak. Semoga engkau sehat selalu.

Author: Adi

Blogger asli Wonogiri. Pendidik muda dengan bidang keilmuan sejarah. Mempunyai minat di bidang seni musik, bela diri, IT dan kerohanian. Mendaki gunung? Eksplorasi pantai? Ayoo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *