Seperti Teratai

Seperti Teratai

Ilustrasi Bunga Teratai
 sumber gambar: pernikdunia.com

Ia tumbuh di air kotor
Di perairan tenang, yang tiada nikmat sirkulasi
Serangga-serangga liar bertebaran disekitarnya
Daunnya yang lebar, terbentang terapung terinjak katak
Sekilas memang ia tidak pantas diraih

Namun, lihatlah
Ia mampu tumbuh dengan kokohnya
Bersemi bermekaran indah nan menawan
Ia jaga betul karunianya itu

Meski akarnya menghunjam dalam lumpur
Ia tidak terlarut kepadanya
Justru, kelopaknya senantiasa mekar semerbak mewangi

Butiran air langit selalu membasahi daunnya
Begitu tegar ia menghadapi
Daunnya tiada basah, raganya tiada tenggelam

Dan lihatlah ia, sekali lagi
Biarlah lingkungannya biang penyakit
Tetapi akar, daun, biji, kelopak, putik, aromanya
Memberikan manfaat bagi kehidupan

Tetaplah ia menjadi dia yang bermakna
Tetaplah ia menjadi dia yang anggun
Tetaplah ia menjadi dia yang menebar hikmah
Tetaplah ia layaknya bunga teratai

Perantauan Jawa di Tanah Ngada

Berbicara soal tanah rantau, orang Jawa tidak terlepas dari kodratnya sebagai pengembara. Kisah pengembaraan orang Jawa begitu abadi dalam lembaran sejarah bangsa. Mulai dari adanya ekspansi Wangsa Syailendra menuju tanah Palembang dan terbentuklah kerajaan besar bercorak Buddha yang mahsyur akan kekuasaan maritimnya, Kerajaan Sriwijaya. Lalu di era Kerajaan Majapahit, dengan sumpah Amukti Palapanya sang patih Gajah Mada, wilayah ekspansi orang Jawa kian meluas di seluruh Nusantara. Kisah pengembaraan itu berlanjut disaat kerajaan-kerajaan Islam dari Jawa melalui ekspansi dakwahnya mengarungi pulau-pulau di Nusantara. Bahkan, komunitas Bayan di Lombok Utara juga mengisahkan bahwa asal mula leluhurnya adalah orang Jawa yang menunaikan misinya berdakwah dari Kerajaan Mataram.

Di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, juga memiliki sisi kesejarahan yang ada sangkut pautnya dengan kisah pengembaraan orang Jawa. Continue reading “Perantauan Jawa di Tanah Ngada”

Muslim Yang Bersaudara

Persaudaraan muslim

Bulan Ramadhan menjadi saat dimana umat muslim disibukkan dengan kegiatan ibadah. Tidak terkecuali majlis ilmu di kampung kami. Setiap bulan puasa tiba, sering di tempat itu dihadiri oleh rombongan penuntut ilmu agama dari daerah lain. Kedatangan mereka selain mencari ilmu dan mendakwahkan Islam, juga mempererat tali kebersamaan sebagai sesama muslim. Dengan tali silaturahmi ini para rombongan yang datang dapat mengenal kampung kami lebih dekat, baik itu dari sisi masyarakat ataupun kondisi alamnya. Mereka dengan senang hati juga mengisahkan pengalaman di daerah asalnya masing-masing. Continue reading “Muslim Yang Bersaudara”

Sepak Bola Jago Kapuk di Lingkungan Ngadipiro

Play off Jago Kapuk di Lingkungan Ngadipiro

Saya suka nonton pertandingan sepak bola. Sportivitas yang ditampilkan sejak peluit awal babak pertama ditiup sampai ambisi masing-masing kesebelasan untuk memenangkan pertandingan, bagaikan air yang mengalir. Skill individu maupun taktik dalam sebuah tim adalah satu kecerdasan yang tersirat. Euforia suporter, baik di dalam maupun di luar lapangan, meneriakkan dukungan dengan begitu hebat. Kesemuaannya berpadu menjadi tontonan yang sungguh nikmat. Continue reading “Sepak Bola Jago Kapuk di Lingkungan Ngadipiro”

Emug, Hidangan Serbuk Jagung

Emug Kasar

“Pa Guru, siang ini kita coba makan ini e”, ucap Om Pan sambil mengulurkan dua piring makanan. Satu piring berisi sayur pucuk labu seperti biasa. Piring satunya lagi berisi sesuatu yang bikin saya penasaran. Bentuknya tai graji, seperti bubuk kayu bekas gergajian bapak di rumah di Jawa. “Ini apa Om?”, tanya saya pada bapak kos saya itu. “Ai, Pa Guru coba saja dulu, setelah itu saya kasi tau”, jawab beliau sambil tersenyum. Beliau sendiri sudah menghadap dua piring yang isinya sama dengan yang diberikan kepada saya tadi. “Tapi tidak apa-apa kan Om? maksudnya nggak bikin efek samping gitu?”, sambung saya yang ragu-ragu. Takut nanti terjadi apa-apa setelah makan, kekenyangan misalnya. “Ao, tidak le Pa Guru. Pa Guru makan sudah, ini Om mulai makan”, jawab beliau sambil menyendok bentukan serbuk gergaji tadi, lalu melahapnya. Seolah meyakinkan saya, kalau makanan itu benar-benar aman dikonsumsi. Continue reading “Emug, Hidangan Serbuk Jagung”